Rabu, 04 Desember 2013

RITUAL TOLAK BALA



RITUAL TOLAK BALA
Tolak bala merupakan tindakan dengan berbagai macam ekspresi untuk menolak atau memohon agar bala atau musibah tidak menghampiri seorang individu ataupun kelompok. Sedikit penjelasan mengenai tolak bala dari saya ini merupakan pengalaman yang saya lalui di daerah tempat tinggal saya, bukan berdasarkan literatur atu refrensi dari para ahli ya.. heheee...
awal mula saya tahu ritual semacam ini yaitu sekitar tahun 2005, dimana pernah terjadi musibah seperti angin topan di kampung saya, semanjak kejadian itu warga kampung saya banyak yang trauma. Alkisah, setelah kejadian tersebut ada beberapa orang di desa saya mimpi di datangi kakek-kakek yang menyatakan bahwa akan ada bala yang lebih besar lagi yang akan datang di kampung kalian, kalian semua bisa mencegahnya apabila kalian melakukan ritual tolak bala.
Semenjak itulah ritual tolak bala di lakukan di kampung saya lagi dan baru-baru ini di kampung tetangga ada yang mimpi di datangi seseorang yang menyatakan bahwa kalau warga desa tidak melakukan ritual tolak  bala maka akan ada bala atau musibah yang akan mengahampiri desa ini, dengar-dengar sich musibahnya berupa gempa, maka tindak lanjut dari mimpi tersebut di tanggapi oleh sesepuh dan pemuka adat desa, yang melakukan rapat dan dihasilkan keputusan untuk melakukan ritual tolak bala dalam waktu dekat ini.
Hmmmm... jangan salah paham dulu y,, ritual tolak bala di desa saya ini tidak memakai sesajen, dan yang berbau mistis, yang dilakukan pada saat ritual yaitu berjalan bersama-sama mengelilingi kampung sambil mengagungkan nama Allah ataw berzikir dengan suara yang keras d sepanjang jalanan desa, kemudian singgah d sudut perbatasan desa untuk mengumandangkan azan, azan di kumandangkan di beberapa titik desa yang telah di tentukan, ow iya acaranya dilakukan pada malam hari, warga desa saya sering menyebut acara ini dengan ratik bosa, ratik togak..

Acara yang berawal dari mimpi seorang khalifah di desa kami ini di ikuti oleh mayoritas warga desa, ceritanya sang khalifah S bermimpi sebanyak 3 x dengan mimpi yang serupa bahwa di desa kami akan di datangi bencana atau bala pada bulan ini, setelah ritual selesai dan semua warga desa berkumpul di rumah kades untuk makan malam, paginya saya mendengar berita bahwa anak sang khalifah S meninggal dunia karena sakit perut, padahal malam nya sang anak masih ikut melakukan ritual tolak bala dan makan bersama warga sekitar,, hmmm apakah ini pertanda mimpi yang di tujukan kepada sang khalifah ?? wallah hu alam.... yang jelas kejadian ini baru saja terjadi di daerah saya....
Bagai mana menurut pembaca sekalian tentang ritual ini ? kalau menurut pribadi saya, saya kurang setuju dengan ritual semacam ini, bala tu datang nya dari Allah, dan kalau ingin mencegahnya cukup dengan semua warga desa bertaqwa kepadanya menjauhi perbuatan maksiat, dan menurut saya daerah tempat tinggal saya ini banyak tempat maksiat secara terang2an yang di dirikan, alangkah lebih baiknya qta memberantas tempat maksiat tersebut agar terjauh dari musibahNya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar